CFTC Usulkan Lisensi Bursa Kripto Federal. Pemicunya Leverage, Bukan Spot

CFTC menerbitkan ANPRM Regulation CTX dan Regulation CAM (5 Okt 2026): lisensi baru “crypto asset market” untuk bursa yang menawarkan trading kripto ber-leverage ke ritel. Bursa spot murni tetap di izin negara bagian. Komentar publik 60 hari setelah terbit di Federal Register.

Share
CFTC Usulkan Lisensi Bursa Kripto Federal. Pemicunya Leverage, Bukan Spot
Ketua SEC Paul Atkins (kiri) dan Ketua CFTC Mike Selig (kanan). Foto: Jesse Hamilton/CoinDesk. Sumber: CoinDesk (5 Okt 2026).

Commodity Futures Trading Commission (CFTC), regulator derivatif Amerika Serikat, pada Senin 5 Oktober 2026 menerbitkan rancangan awal dua aturan kripto: Regulation Crypto Asset Transactions (Regulation CTX) dan Regulation Crypto Asset Markets (Regulation CAM). Isinya membuka kategori izin baru bernama "crypto asset market" bagi bursa yang ingin menawarkan trading kripto dengan leverage, margin, atau pembiayaan kepada nasabah ritel.

Dokumen itu masih berstatus advance notice of proposed rulemaking (ANPRM), tahap paling awal sebelum draf aturan formal ditulis. Publik diberi waktu 60 hari untuk berkomentar, terhitung sejak notice terbit di Federal Register. Tanggal terbitnya belum ada. Salinan yang diunggah CFTC, yang masih ditandai "subject to pre-publication technical corrections", menulis tenggatnya sebagai "[INSERT DATE 60 DAYS AFTER DATE OF PUBLICATION IN THE FEDERAL REGISTER]".

Waktunya bukan kebetulan. Tiga minggu sebelumnya, pada 15 September, Senat gagal meloloskan Clarity Act lewat pemungutan suara cloture 49–50, menurut rangkuman CoinMarketCap Academy. Undang-undang itu semestinya membagi wewenang atas sebagian besar aktivitas kripto di AS. Dua hari setelah kegagalan tersebut, CFTC sudah mengirim rancangan aturannya ke Gedung Putih untuk ditinjau.

Tiga anak tangga

Ketua CFTC Michael Selig menjelaskan pembagiannya dengan gambar tangga dalam pidato di Blockchain Regulatory Symposium Fordham Law, Senin. Anak tangga pertama adalah bursa spot biasa. CFTC hanya berwenang menindak penipuan dan manipulasi di sana, sementara izinnya tetap izin money transmitter dari negara bagian. Anak tangga kedua adalah bursa yang juga memberi nasabah ritel leverage, margin, atau pembiayaan. Undang-undang sudah mewajibkan bursa jenis ini terdaftar di CFTC. Anak tangga ketiga menambahkan perpetual futures dan derivatif lain.

Regulation CTX dan CAM hanya menyasar anak tangga kedua. Bursa yang sudah memegang status designated contract market (DCM), izin bursa berjangka penuh, bisa langsung menambah transaksi semacam ini di bawah aturan yang disesuaikan. Bursa yang hanya ingin melayani transaksi ber-leverage boleh memilih DCM biasa atau kategori baru yang lebih sempit, yakni crypto asset market (CAM). Menurut CoinDesk, beberapa nama besar sudah berstatus DCM, di antaranya Coinbase, Crypto.com, dan Bitnomial, ditambah pasar prediksi Kalshi dan Polymarket.

Batas kewenangan itu diakui Selig sendiri. "We don't have the authority to impose such a requirement without congressional action," tulisnya dalam kolom di The Wall Street Journal yang juga diunggah CFTC pada 5 Oktober. Yang ia maksud adalah kewajiban agar semua kripto diperdagangkan di platform terdaftar CFTC, persis hal yang hendak diatur Clarity Act.

Sekali tawarkan leverage, masuk pengawasan

Dasar hukumnya pasal 2(c)(2)(D) Commodity Exchange Act, tambahan dari Dodd-Frank Act 2010. Pasal itu mewajibkan transaksi komoditas ritel yang ditawarkan dengan leverage, margin, atau pembiayaan berlangsung di bursa terdaftar CFTC, seolah-olah transaksi itu kontrak berjangka.

Tafsiran CFTC atas pasal ini lebar. Dalam ANPRM tertulis bahwa transaksi yang sudah dibayar lunas, tetapi masih terbuka, tidak otomatis lepas dari yurisdiksi CFTC hanya karena nasabah menolak tawaran leverage. Decrypt menerjemahkannya secara praktis: tawaran leverage di dokumen onboarding atau syarat layanan saja bisa menarik transaksi lunas ke dalam pengawasan, selama koinnya masih tercatat di pembukuan internal bursa, bukan di dompet nasabah.

Jalan keluarnya disebut "actual delivery". Undang-undang mengecualikan transaksi yang asetnya benar-benar diserahkan dalam 28 hari. Selig mengusulkan tafsir resmi bahwa pengiriman kripto ke dompet eksternal non-kustodian milik pengguna dalam 28 hari umumnya memenuhi syarat itu. Protokol trading on-chain, yang biasanya mengirim token langsung ke dompet pengguna, menurut Decrypt umumnya lolos dari batas ini.

Bukti cadangan dan perantara wajib

Transaksi di bursa berlisensi CAM harus lewat futures commission merchant (FCM), broker berjangka yang tunduk pada aturan antipencucian uang Bank Secrecy Act. Leverage hanya boleh datang dari FCM itu atau bank yang mereka sponsori. Menurut Decrypt, sebuah bursa boleh mendaftarkan diri sekaligus sebagai broker dan lembaga kliringnya sendiri.

Dua kewajiban lain lahir dari pengalaman pahit. Bursa yang menyimpan aset nasabah dalam rekening gabungan (omnibus) bisa diwajibkan menyajikan "proof of reserves", yaitu audit pihak ketiga yang memastikan cadangan cukup menutup seluruh kewajiban ke nasabah. ANPRM masih meminta masukan soal bentuknya, termasuk yang memakai teknologi blockchain. Seperti DCM lain, bursa CAM juga dilarang mencatatkan produk yang "readily susceptible to manipulation". Selig menyebut faktor yang mesti ditimbang, mulai dari konsentrasi kepemilikan, jadwal lock-up dan vesting, sampai penerbitan atau buyback terprogram.

FTX menjadi contoh yang diulang-ulang. Dalam kolom WSJ, Selig menulis para pendiri FTX menyalahgunakan sekitar $8 miliar dana nasabah, dan CFTC serta SEC baru bertindak setelah bursa itu runtuh. ANPRM mencatat bahwa aset nasabah di entitas FTX yang terdaftar di CFTC tetap terpisah dan aman, berbeda dengan 130 entitas afiliasi FTX lain yang masuk kebangkrutan.

Yang tidak disentuh: spot

Celah terbesar justru ada di anak tangga pertama. Jual-beli bitcoin atau ether secara langsung tanpa leverage tetap berada di bawah rezim money transmitter negara bagian, aturan yang menurut Selig ditujukan bagi penyedia jasa pembayaran, bukan pasar keuangan. Dalam pidatonya ia mengingatkan bahwa bursa kripto dulu mengantongi izin yang sama dengan penerbit kartu hadiah dan jasa penukaran cek. Pejabat CFTC, tulis CoinDesk, belum tahu seberapa besar pasar spot yang akan tersisa sampai komentar industri masuk. Mereka hanya berharap konsumen akan lebih memilih platform yang diawasi federal.

Fondasi politiknya juga tipis. CoinDesk mencatat Selig sudah hampir setahun menjadi satu-satunya komisioner CFTC, sementara SEC kini hanya diisi Paul Atkins dan Mark Uyeda. Presiden Donald Trump belum mengajukan calon untuk mengisi kursi kosong di kedua komisi yang masing-masing beranggotakan lima orang itu. Selig mengakui hal serupa dalam kolomnya: tindakan lembaga tidak bisa selamanya menggantikan kerangka undang-undang dari Kongres.

Nada dokumennya terang soal masa lalu. ANPRM menyebut kasus-kasus era Biden terhadap Kraken, Ooki DAO, dan Uniswap sebagai "regulation by enforcement". Selig juga menyatakan CFTC sedang menyiapkan kebijakan bagi pengembang yang menerbitkan perangkat lunak tanpa memegang dana nasabah atau mengeksekusi order. "A person should not have to register as an introducing broker simply because that person shipped code," katanya di Fordham. Kebijakan itu berada di luar dua aturan yang diterbitkan Senin.

Hari yang sama di Departemen Keuangan

Pada Senin yang sama, FinCEN, unit intelijen keuangan Departemen Keuangan AS, menarik dua usulan lama. Yang pertama adalah aturan "unhosted wallet" dari Desember 2020. Aturan itu akan mewajibkan bank dan penyedia jasa pengiriman uang mencatat transaksi nasabah dengan dompet swakelola di atas $3.000 dan melaporkan yang di atas $10.000. Yang kedua adalah usulan 2023 untuk menetapkan mixing kripto internasional sebagai "primary money laundering concern". Pemberitahuan penarikannya dijadwalkan terbit di Federal Register Selasa, menurut Decrypt.

Peter Van Valkenburgh, direktur eksekutif Coin Center, menyambut penarikan itu di X, tetapi mengingatkan bahwa "the underlying statutory authority to create new, similar bad rules remains". Peringatan yang sama berlaku untuk paket CFTC, yang hidupnya bergantung pada siapa yang memimpin lembaga itu.

Bagi pembaca di Indonesia, arah pembagiannya terbalik. Pengawasan aset kripto di sini dipindahkan dari Bappebti, regulator perdagangan berjangka komoditi, ke Otoritas Jasa Keuangan. Nota kesepahamannya ditandatangani 10 Januari 2025, dan masa transisinya resmi ditutup 20 Januari 2026, menurut siaran pers OJK. Di AS, regulator berjangka justru sedang memperluas perannya karena undang-undang pasar kripto tidak kunjung lolos.

Langkah CFTC berikutnya harus menunggu Federal Register. Setelah 60 hari komentar habis, CFTC masih perlu menulis proposed rule formal dengan masa komentarnya sendiri sebelum ada aturan final. Sampai saat itu, bursa yang tidak menawarkan leverage tetap bisa beroperasi dengan izin negara bagian.

Catatan / Referensi

  • CFTC, Release 9307-26, 5 Okt 2026: ANPRM Regulation CTX dan CAM; kutipan Selig ("crypto capital of the world", "prevent, rather than only prosecute after the fact, fraudulent schemes such as FTX"); tiga fokus komentar; 60 hari setelah terbit di Federal Register. https://www.cftc.gov/PressRoom/PressReleases/9307-26
  • CFTC, teks ANPRM "As approved by the Commission" (RIN 3038-AF80), 5 Okt 2026: tafsir 2(c)(2)(D), transaksi lunas yang masih terbuka, actual delivery 28 hari, proof of reserves untuk rekening omnibus, catatan 130 afiliasi FTX, bagian "Regulation by Enforcement (2021-2024)". https://www.cftc.gov/media/14716/ANPRM_CTX-CAM_asapproved/download
  • CFTC, Michael S. Selig, "Remarks at the Fordham Law Blockchain Regulatory Symposium", 5 Okt 2026: tangga Rung 1/2/3, kategori CAM, standar listing, dompet non-kustodian dalam 28 hari, kutipan "shipped code". https://www.cftc.gov/PressRoom/SpeechesTestimony/opaselig12
  • CFTC, "WSJ Op-Ed | CFTC's New Rules for Crypto", Selig, 5 Okt 2026: ~$8 miliar dana nasabah FTX; kutipan "We don't have the authority…"; batas tindakan lembaga tanpa undang-undang. https://www.cftc.gov/PressRoom/SpeechesTestimony/seligstatement100526
  • CoinDesk, Jesse Hamilton, 5 Okt 2026 (11.54 EDT): celah pasar spot; Coinbase, Crypto.com, Bitnomial, Kalshi, Polymarket sudah DCM; FCM dan BSA; Selig satu-satunya komisioner CFTC; SEC hanya Atkins dan Uyeda. Sumber foto fitur. https://www.coindesk.com/policy/2026/10/05/u-s-cftc-joins-sec-in-proposing-crypto-regulations-though-spot-market-gap-lingers
  • Decrypt, 5 Okt 2026: penjelasan praktis tawaran leverage di syarat layanan; protokol on-chain; broker dan kliring sendiri; Kraken/Ooki DAO/Uniswap. https://decrypt.co/380090/cftc-plan-crypto-exchanges-federal-oversight-leverage
  • The Block, Jason Shubnell, 5 Okt 2026 (12.09 EDT): kerangka federal untuk trading ritel ber-leverage; kutipan kolom WSJ. https://www.theblock.co/news/markets/2026-10-05-cftc-rulemaking-leveraged-retail-crypto-trading-regulation-ctx-cam-417701
  • CoinMarketCap Academy, Ayesha Aziz, 5 Okt 2026: cloture Clarity Act 49–50 pada 15 Sep; rancangan dikirim ke Gedung Putih dua hari kemudian. https://coinmarketcap.com/academy/article/cftc-unveils-crypto-trading-rules-aimed-at-preventing-another-ftx
  • Decrypt, 5 Okt 2026: FinCEN menarik aturan unhosted wallet 2020 ($3.000/$10.000) dan usulan mixer 2023; kutipan Peter Van Valkenburgh (Coin Center). https://decrypt.co/380120/treasury-kills-crypto-unhosted-wallet-mixer-surveillance-rules
  • OJK, Siaran Pers SP 13/GKPB/OJK/I/2026, 20 Jan 2026: masa transisi peralihan pengawasan aset kripto dari Bappebti ke OJK berakhir; NK 10 Jan 2025. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Nota-Kesepahaman-OJK-Bappebti-2026.aspx

Read more