Nikkei: Suzuki e SKY Mulai ¥2,12 Juta. Lebih Murah dari BYD Racco
Menurut Nikkei (6 Okt 2026), kei EV pertama Suzuki, e SKY, dibanderol ¥2,12 juta, ¥2,39 juta, dan ¥2,79 juta saat dijual November. Grade termurahnya sekitar ¥20.000 di bawah BYD Racco. Jarak 310 km dari baterai 26 kWh. Subsidi pemerintah belum ditetapkan.
Suzuki Motor akan menjual kei EV penumpang pertamanya, e SKY, mulai ¥2,12 juta, lapor Nikkei pada Selasa pagi 6 Oktober 2026. Harga itu menjadikan e SKY mobil listrik kei termurah di Jepang. Ia juga sedikit di bawah BYD Racco, kei EV buatan China yang lebih dulu dijual sejak Juli.
Angka tersebut masih berstatus laporan. Saat berita ini ditulis Selasa pagi, situs resmi e SKY masih berupa halaman teaser bertuliskan "まもなくです" (segera), dan daftar siaran pers Suzuki belum memuat pengumuman harga. Sebuah dealer resmi, Suzuki Arena Koiwa di Tokyo, menulis di blognya pada 5 Oktober bahwa rincian mobil itu akan diumumkan bertahap mulai Selasa 6 Oktober, dan pesanan baru diterima mulai Kamis 8 Oktober. Menurut Nikkei, penjualan dimulai November.
Tiga grade, selisih tipis
Nikkei Asia, edisi berbahasa Inggris Nikkei, merinci tiga grade e SKY: ¥2,12 juta untuk grade terbawah, ¥2,39 juta untuk grade tengah, dan ¥2,79 juta untuk grade teratas. Grade terbawah itu, tulis Itsuki Miyake di Nikkei Asia, sekitar ¥20.000 lebih murah daripada Racco versi setara. Di atas kertas, ¥20.000 kurang dari 1 persen harga mobil.
Selisih jaraknya jauh lebih besar. Menurut Nikkei Asia, e SKY menempuh 310 km di semua grade. Racco termurah, seharga ¥2,14 juta, hanya 210 km, sedangkan varian 320 km dijual ¥2,39 juta dan ¥2,49 juta. Artinya, pembeli yang menginginkan jarak di atas 300 km bisa memilih e SKY seharga ¥2,12 juta atau Racco seharga ¥2,39 juta. Selisihnya ¥270.000. Racco tetap unggul 10 km di angka jarak maksimum, tetapi baru di grade atas.
Jarak 310 km itu datang dari baterai yang relatif kecil, 26 kWh. Suzuki membuka informasi awal versi produksinya pada 24 Agustus. Keesokan harinya Nikkei Asia melaporkan efisiensinya sekitar 12 km per kWh, tertinggi di kelas kei EV. Dengan energi yang sama, e SKY bisa melaju sekitar 30 persen lebih jauh daripada Racco atau Nissan Sakura. Response.jp mencatat angka yang lebih presisi, 11,92 km per kWh.
Gram dan milimeter
Efisiensi itu dibangun dengan cara yang tidak terlalu glamor. "We engineered every component down to the gram and the millimeter for power efficiency and range," kata kepala insinyur Tomoyuki Tsubata kepada Nikkei Asia pada Agustus. "There is no single trick to it." Untuk e Vitara, SUV listrik yang diproduksi di India dan juga dijual di Jepang, Suzuki memakai teknologi elektrifikasi Toyota. Untuk e SKY, Suzuki mengolah pengetahuan dari Toyota itu menjadi desain sendiri, termasuk e-axle, unit yang menyatukan motor listrik dan roda gigi penggerak dalam satu rumah. Ini e-axle pertama yang dirancang Suzuki sendiri. "We focused most on making it compact," kata Tsubata, sambil menambahkan bahwa mobil ini memang tidak dibuat untuk mengejar kecepatan.
Platformnya juga baru dan khusus untuk kei EV. Baterai litium besi fosfat (LFP) diletakkan di bawah lantai. Menurut laporan Nikkei Asia hari Selasa, baterai itu dipasok produsen yang terafiliasi dengan BYD. Detail ini membuat persaingan e SKY dan Racco sedikit ironis, karena Suzuki menekan harga melawan BYD dengan bantuan rantai pasok BYD sendiri.
Ada pilihan desain yang ikut menjelaskan efisiensinya. Suzuki sengaja tidak menjadikan e SKY "super height wagon" seperti Racco. Tinggi bodinya dijaga di bawah batas subkategori kei jangkung itu, dan Nikkei Asia menilai keputusan ini salah satu faktor di balik efisiensinya. "We designed it with exports in mind," kata seorang eksekutif Suzuki kepada Nikkei Asia. Menurut Nikkei Asia, Suzuki menilai bodi yang lebih rendah lebih mudah dijual di luar negeri, tempat kei jangkung tidak selaris di Jepang. Pintu ekspor itu sedikit terbuka sejak Uni Eropa tahun lalu memutuskan menambah kelas kendaraan baru yang mengacu pada kategori kei Jepang, juga menurut Nikkei Asia. Produksinya direncanakan di pabrik Kosai, Shizuoka, menurut Response.jp edisi 25 Agustus.
Subsidi yang menentukan
Label harga di showroom belum tentu menjadi harga yang dibayar pembeli. Subsidi pemerintah untuk e SKY belum ditetapkan, tulis Nikkei Asia. Kalau besarnya setara Suzuki e-Every, van kei listrik komersial yang memperoleh subsidi ¥568.000, e SKY bisa dibeli mulai sekitar ¥1,55 juta. Harga itu hampir sama dengan Suzuki Spacia bensin, kei terlaris Suzuki, yang mulai ¥1,53 juta.
Catatan: angka ¥1,55 juta adalah hitungan Nikkei berdasarkan asumsi subsidi, bukan harga resmi. Subsidi kendaraan energi bersih (CEV) di Jepang ditetapkan per model dan bisa berubah menurut anggaran.
Asumsi itu membuat selisih ¥20.000 tadi bisa melebar. Response.jp mencatat pada Agustus bahwa harga Racco turun menjadi ¥1,99 juta setelah subsidi pemerintah ¥150.000. Jika e SKY benar-benar mendapat subsidi setara e-Every, harga efektif kedua mobil akan terpaut sekitar ¥440.000, jauh lebih besar daripada selisih di label harga. Itu masih hitungan di atas kertas sampai angka subsidi e SKY diumumkan.
Tsubata pada Agustus menjanjikan harga yang "求めやすい" (terjangkau) tanpa menyebut angka. Waktu itu Response.jp menilai harga tersebut harus jauh di bawah ¥2 juta sebelum subsidi supaya benar-benar terasa terjangkau. Harga yang dilaporkan Nikkei, ¥2,12 juta, berada di atas ambang yang dibayangkan Response tersebut.
Racco sudah mencari pasar lain
BYD tidak menunggu. Wakil presiden BYD Liu Xueliang, dalam acara peringatan 10.000 unit kendaraan BYD yang diserahkan di Jepang, mengatakan pesanan kumulatif Racco hampir mencapai 2.000 unit dua bulan setelah peluncuran, menurut Nikkei yang dirangkum Response.jp pada Senin 5 Oktober. Liu juga mengatakan Racco akan dijual di Sri Lanka dan Makau. Pemesanan di Makau sudah dibuka, dan peluncuran di Sri Lanka dijadwalkan 9 Oktober. Mobil yang dirancang khusus untuk aturan kei Jepang itu kini mulai dibawa ke pasar bersetir kanan lain.
Pasar dalam negeri yang diperebutkan keduanya memang masih kecil. Menurut Nikkei Asia, mobil listrik hanya 3,9 persen dari penjualan mobil baru Jepang pada Agustus. Angka itu naik 2,5 poin persentase dari tahun sebelumnya, sebagian karena subsidi yang lebih besar, tetapi masih jauh dari 43 persen di China dan 29 persen di Eropa. Nikkei Asia menilai langkah Suzuki, pemimpin pangsa pasar kei, bisa mempercepat adopsi, karena segmen kei umumnya dianggap paling cocok untuk elektrifikasi. Penilaian itu bergantung pada seberapa banyak pembeli kei bensin seperti Spacia yang mau pindah ke colokan.
Pengumuman resmi Suzuki Selasa ini akan menentukan apakah angka-angka Nikkei bertahan. Dealer mulai menerima pesanan Kamis. Setelah itu, satu angka yang masih kosong, yaitu subsidi CEV untuk e SKY, akan menentukan berapa harga efektif e SKY dibandingkan Racco dan Spacia bensin.
Catatan / Referensi
- Nikkei (日本経済新聞), 6 Okt 2026 05.00 JST, "スズキの軽EV「eスカイ」、日本最安の212万円 BYD超える航続距離" (berbayar; paragraf pembuka terbaca): mulai ¥2,12 juta, kei EV termurah di Jepang, lebih murah dari Racco (dijual sejak Juli), tiga grade, grade terbawah ~¥20.000 di bawah Racco setara, dijual November. https://www.nikkei.com/article/DGXZQOUC028R10S6A001C2000000/
- Nikkei Asia, Itsuki Miyake, 6 Okt 2026 05.01 JST, "Suzuki undercuts BYD in Japan with cheapest-in-class mini EV": grade ¥2,12/2,39/2,79 juta; subsidi belum ditetapkan; skenario subsidi e-Every ¥568.000 → ~¥1,55 juta; Spacia mulai ¥1,53 juta; jarak 310 km; Racco ¥2,14 juta (210 km) dan ¥2,39/2,49 juta (320 km); baterai LFP dari pemasok terafiliasi BYD; pangsa EV Agustus 3,9% (+2,5 poin), China 43%, Eropa 29%. https://asia.nikkei.com/business/automobiles/electric-vehicles/suzuki-undercuts-byd-in-japan-with-cheapest-in-class-mini-ev
- Nikkei Asia, Itsuki Miyake, 25 Agu 2026, "Suzuki's new e-Sky mini EV tops BYD's Racco in energy efficiency": diperlihatkan 24 Agu; kutipan Tomoyuki Tsubata; e-axle rancangan sendiri; 26 kWh, ~12 km/kWh, ~30% lebih jauh dari Racco/Sakura; bukan super height wagon; kutipan "designed with exports in mind". https://asia.nikkei.com/business/automobiles/electric-vehicles/suzuki-s-new-e-sky-mini-ev-tops-byd-s-racco-in-energy-efficiency
- Suzuki, siaran pers 24 Agu 2026 (PDF): informasi awal e SKY, konsep "Easy to Switch", pengumuman di Jepang dijadwalkan musim gugur 2026. https://www.suzuki.co.jp/release/a/2026/0824/pdf/0824.pdf
- Suzuki, situs resmi e SKY (masih teaser saat diakses 6 Okt 2026 pagi JST). Sumber foto fitur (OGP resmi). https://www.suzuki.co.jp/car/esky/
- Suzuki Arena Koiwa (dealer resmi, blog di suzuki.co.jp), 5 Okt 2026: rincian diumumkan bertahap mulai 6 Okt, pesanan diterima mulai 8 Okt. https://www.suzuki.co.jp/dealer/13123155/blog/detail/?id=731926
- Response.jp, Fukuda Toshiyuki (新聞ウォッチ), 25 Agu 2026: 11,92 km/kWh; produksi di pabrik Kosai, Shizuoka; e Vitara dari India; Racco ¥1,99 juta setelah subsidi ¥150.000; kutipan Tsubata "求めやすい価格". https://response.jp/article/2026/08/25/415671.html
- Response.jp, Fukuda Toshiyuki (新聞ウォッチ), 5 Okt 2026, merangkum Nikkei: Liu Xueliang (BYD) di acara 10.000 unit serah terima BYD di Jepang; Racco hampir 2.000 pesanan kumulatif; ekspor ke Sri Lanka (peluncuran 9 Okt) dan Makau (pemesanan dibuka). https://response.jp/article/2026/10/05/417362.html
- Konteks GEREGET sebelumnya: draf BYD Racco (pesanan ~1.500 per akhir Agustus) dari 12 Sep 2026; tulisan ini tidak mengulang data registrasi.