Jepang Hapus Kewajiban Setir untuk Mobil Otonom tanpa Sopir Mulai Desember. Satu Kecelakaan Diusulkan Cukup untuk Memicu Recall

Kementerian Transportasi Jepang (MLIT) pada Rabu (4/11/2026) memaparkan revisi standar yang membebaskan mobil tanpa pengemudi dari kewajiban setir dan kaca spion mulai Desember. MLIT juga mengusulkan recall yang bisa dipicu satu kecelakaan saja.

Share
Jepang Hapus Kewajiban Setir untuk Mobil Otonom tanpa Sopir Mulai Desember. Satu Kecelakaan Diusulkan Cukup untuk Memicu Recall
Kabin Tesla Cybercab tanpa setir dan pedal saat peluncuran Oktober 2024, contoh jenis kendaraan yang dicakup revisi standar Jepang. Foto: Steve Jurvetson, Wikimedia Commons (CC BY 2.0).

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT) akan merevisi standar keselamatan kendaraan (hoan kijun) pada Desember 2026 agar mobil otonom tanpa setir, pedal, dan kursi pengemudi bisa disertifikasi lewat aturan yang seragam. Rencana itu dipaparkan Biro Logistik dan Otomotif MLIT dalam rapat Komite Kajian Langkah Keselamatan Kendaraan di Tokyo pada Rabu (4/11/2026) siang.

Selama ini kendaraan semacam itu disetujui satu per satu. Nikkei mencatat, lewat revisi ini setir, peringatan keluar jalur, dan kaca spion belakang tidak lagi wajib bagi kendaraan level 4 dan 5. Komite yang diketuai Profesor Kimihiko Nakano dari Universitas Tokyo itu beranggotakan akademisi dan pelaku industri. Asahi Shimbun melaporkan komite menyetujui arah kebijakan tersebut.

Apa yang Dihapus, Apa yang Tetap

Dokumen MLIT bernomor 3-3 merinci cakupannya. Aturan baru berlaku untuk "kendaraan tanpa pengemudi" yang tidak memerlukan alat kemudi maupun kursi pengemudi, dengan syarat kendaraan itu hanya bisa dikemudikan manual pada kecepatan 6 km per jam atau kurang. Kendaraan dibagi dua kelompok, yakni kategori X yang membawa penumpang dan kategori Y yang tidak memiliki kapasitas penumpang, misalnya kendaraan barang.

Untuk kedua kategori, standar yang mengandaikan ada manusia di belakang kemudi tidak lagi berlaku. Daftarnya mencakup alat kemudi, peringatan keluar jalur, sistem pemantau pengemudi (driver monitoring system), peringatan tabrakan dari samping, serta standar jarak pandang pengemudi seperti kaca jendela dan kaca spion. Pada kategori X, peringatan seperti sabuk pengaman yang belum dipasang tidak lagi ditujukan ke pengemudi, tetapi dikirim ke sistem kemudi otomatis.

Perbedaan paling tegas ada pada uji tabrak. Standar perlindungan penghuni kabin dihapus hanya untuk kategori Y. Taksi dan bus otonom tetap harus menjalani uji tabrak dengan boneka uji (dummy), tulis Asahi.

MLIT menjadwalkan revisi dan pemberlakuannya sama-sama pada Desember 2026. Tanggal pasti pengumuman resminya belum disebut dalam dokumen rapat.

Mengikuti Aturan PBB

Perubahan ini bukan inisiatif Tokyo semata. Dokumen MLIT menyebut Forum Dunia untuk Harmonisasi Regulasi Kendaraan PBB (WP.29) pada sidang ke-197 sudah merevisi resolusi R.E.3 yang mendefinisikan kategori kendaraan, termasuk kendaraan tanpa pengemudi. Pada sidang ke-199, forum itu mengadopsi perubahan atas sejumlah regulasi terkait agar sesuai dengan kendaraan jenis tersebut.

Di sidang yang sama, WP.29 mengadopsi Regulasi PBB No. 185 tentang sistem kemudi otomatis (Automated Driving System/ADS), aturan yang menurut MLIT pembahasannya dipimpin Jepang. Regulasi ini tidak hanya menguji kendaraan, tetapi juga produsennya, mulai dari sistem manajemen keselamatan, argumen keselamatan yang terdokumentasi (safety case), hingga pemantauan setelah kendaraan dijual dan kewajiban melapor ke otoritas. Jepang akan memasukkannya ke standar domestik pada Desember 2026. Untuk model baru, aturan itu berlaku mulai Januari 2027, sedangkan model yang sudah diproduksi diberi waktu hingga September 2028. Menurut MLIT, regulasi PBB tersebut diperkirakan efektif sekitar akhir Januari 2027.

Seorang pejabat MLIT, seperti dikutip Nikkei dan dilansir ulang Aju News Japan, mengatakan tujuannya adalah memudahkan produksi massal dan membantu mencapai target penyebaran. Targetnya memang besar. Rencana dasar kebijakan transportasi yang diputuskan kabinet pada Januari 2026 menetapkan 10.000 kendaraan layanan otonom, yakni bus, taksi, dan truk angkutan utama, pada tahun fiskal 2030. Per dokumen MLIT, bus dan kendaraan level 4 baru beroperasi di 11 lokasi, beberapa di antaranya tanpa setir, seperti di Kamishihoro (Hokkaido), Taki (Mie), dan kawasan Haneda, Tokyo.

Satu Kecelakaan, Satu Recall

Bagian yang lebih jarang disorot ada di dokumen 4, berjudul arah kebijakan untuk penyebaran kendaraan otonom yang aman. Statusnya masih usulan (an), dan MLIT mengajukan tiga perubahan.

Pertama, pengguna kendaraan level 4, misalnya operator taksi, diusulkan wajib segera melapor ke MLIT bila terjadi kecelakaan atau kejadian tertentu. Contoh yang disebut antara lain tabrakan dengan pejalan kaki atau kendaraan lain, kebakaran, sistem berhenti mendadak, dan akselerasi tidak wajar. Kasus yang dinilai perlu penyelidikan ilmiah bisa diteruskan ke Badan Keselamatan Transportasi Jepang (JTSB).

Kedua, mobil bekas pakai yang diubah menjadi kendaraan level 4 diusulkan menjalani pemeriksaan perubahan struktur, termasuk uji jalan, meskipun ukuran kendaraan hanya berubah sedikit akibat pemasangan sensor. Menurut MLIT, kendaraan level 4 di Jepang untuk sementara masih didominasi bentuk modifikasi seperti ini.

Ketiga, soal recall. Selama ini produsen biasanya melapor recall setelah melihat kasus serupa berulang. MLIT mengusulkan agar satu kecelakaan saja cukup menjadi dasar tindakan administratif terkait recall, mulai dari rekomendasi hingga perintah dan sanksi. Pembuat perangkat kemudi otomatis juga diusulkan ikut menanggung kewajiban recall, bukan hanya produsen mobil dasarnya. Ini relevan karena perangkat lunaknya sering dibuat pihak lain. MLIT sendiri menyebut Tier IV sebagai pemasok teknologi kemudi otomatis untuk sejumlah proyek bus dan taksi. Ketiganya akan diberlakukan dengan mempertimbangkan tanggal efektif regulasi PBB dan jadwal bisnis operator.

Jalan Masih Panjang untuk Taksi Tanpa Sopir

Dokumen yang sama memetakan siapa yang akan memakai aturan ini. MLIT mencatat Nihon Kotsu dan GO bekerja sama dengan Waymo untuk memulai layanan taksi tanpa sopir komersial di Tokyo pada 2027, Nissan menargetkan layanan taksi tanpa pengemudi berbasis aturan pada tahun fiskal 2027, dan Isuzu menyiapkan bus besar tanpa pengemudi pada tahun fiskal yang sama. Di Amerika Serikat, Tesla mulai melayani penumpang dengan Cybercab di Austin sejak September 2026.

Rapat Rabu juga membentuk kelompok kerja untuk sertifikasi kendaraan "L2++", istilah khas Jepang untuk mobil pribadi dengan bantuan mengemudi berbasis AI yang hampir tidak memerlukan input pengemudi, sementara pengemudi tetap wajib mengawasi jalan. Menurut jadwal MLIT, rancangan aturannya dibuka untuk konsultasi publik pada Maret 2027, diundangkan pada Juni, dan pendaftaran dibuka Oktober 2027. Nissan dengan teknologi Wayve menargetkan penjualan mobil semacam itu pada tahun fiskal 2027, sementara Toyota pada 2028.

Konteksnya tetap angka korban. Menurut data Badan Kepolisian Nasional yang dikutip MLIT, 2.547 orang tewas di jalan raya Jepang sepanjang 2025, dan sekitar 96 persen kecelakaan fatal berawal dari pelanggaran pengemudi. Pemerintah menargetkan angka kematian turun ke 1.900 orang atau kurang pada 2030. Seberapa besar mobil tanpa setir bisa membantu mencapai target itu belum bisa diukur, karena kendaraan level 4 baru beroperasi di belasan lokasi.

Catatan / Referensi

  • MLIT, siaran pers "令和8年度第2回車両安全対策検討会の開催について", agenda rapat 4 Nov 2026 pukul 14.00 sampai 16.30 JST di AP Shinbashi. https://www.mlit.go.jp/report/press/jidosha10_hh_000359.html
  • MLIT, halaman materi 車両安全対策検討会 (2026.11.4), berisi 資料1 sampai 資料6. https://www.mlit.go.jp/jidosha/jidosha_tk7_000005.html
  • MLIT 安全-資料3-3 "ドライバーレス車両に対応した保安基準改正について", 4 Nov 2026: cakupan (manual hanya ≤6 km/jam), kategori X/Y, daftar standar yang dikecualikan, revisi dan pemberlakuan Desember 2026, dasar WP.29 sidang ke-197 (R.E.3) dan ke-199. https://www.mlit.go.jp/jidosha/content/002044685.pdf
  • MLIT 安全-資料3-2 "自動運行装置(ADS)について(UN-R185 関係)", 4 Nov 2026: UN R185 diadopsi di WP.29 sidang ke-199, revisi Desember 2026, berlaku model baru Januari 2027 dan model lanjutan September 2028. https://www.mlit.go.jp/jidosha/content/002044684.pdf
  • MLIT 資料4 "自動運転の最新情勢・安全な自動運転車の普及に向けた対策の方向性(案)", 4 Nov 2026: data korban 2025 (2.547 jiwa, ~96% pelanggaran pengemudi), target 1.900 jiwa pada 2030, KPI 10.000 kendaraan TA2030, 11 lokasi level 4, peta pemain (Waymo/Nihon Kotsu/GO, Nissan, Isuzu, Tesla, Tier IV), usulan pelaporan kecelakaan, pemeriksaan modifikasi, dan recall (berstatus usulan). https://www.mlit.go.jp/jidosha/content/002044688.pdf
  • MLIT 資料5 "L2++優良認定制度検討WGの設置について", 4 Nov 2026: definisi L2++, jadwal WG November 2026 sampai Maret 2027, konsultasi publik Maret, pengundangan Juni, pendaftaran Oktober 2027. https://www.mlit.go.jp/jidosha/content/002044689.pdf
  • Nikkei Asia (berbahasa Inggris, laporan awal sebelum rapat): https://asia.nikkei.com/business/automobiles/japan-weighs-standards-for-self-driving-cars-without-steering-wheels
  • Nikkei, 4 Nov 2026 (sebagian berbayar): rencana sertifikasi seragam, setir/peringatan keluar jalur/spion tidak wajib, target 10.000 unit, pemberlakuan untuk produksi mulai Desember, ketua komite Prof. Kimihiko Nakano (Universitas Tokyo). https://www.nikkei.com/article/DGXZQOUD046500U6A101C2000000/
  • Asahi Shimbun, 5 Nov 2026: komite menyetujui arah kebijakan, cakupan taksi/bus/truk, uji tabrak dengan dummy tetap wajib untuk kendaraan berpenumpang. https://www.asahi.com/articles/ASVC44DC5VC4ULFA012M.html
  • Aju News Japan (亜洲日報), 3 Nov 2026, mengutip Nikkei: kutipan pejabat MLIT soal produksi massal (tangan kedua), sistem pemantau pengemudi tidak lagi wajib, Cybercab mulai September. https://japan.ajunews.com/
  • Konteks GEREGET sebelumnya: draf tentang Toyota yang merakit robotaksi Waymo di Takaoka (1 Nov 2026). Tulisan ini membahas aturan sertifikasi, bukan proyek tersebut.

Read more